Acehku admin on 26 Jun 2008
Ternyata Kita Memang Tidak Istimewa
Udah baca Detik pagi ini? Ada dua berita yang seru di Detik pagi ini yang satu berjudul “Bisnis Seks di Aceh: Bukan Wanita Komersial Biasa” dan yang satu lagi “Bisnis Seks di Aceh: Operasi Selepas Bedug Magrib“.
Ada ungkapan yang menarik dari salah satu artikel di atas:
Pastinya Sherly merasa enjoy dan aman-aman saja melakukan bisnis sampingannya sebagai mucikari di daerah yang menerapkan syariat Islam. Alasannya, semua aturan yang ada dapat diatasi dengan uang. Apalagi omset yang ia dapat sangat lumayan. (Bisnis Seks di Aceh: Bukan Wanita Komersial Biasa)
Serta satu lagi dari artikel yang sama:
“Kalau ditangkap WH bilang saja ke saya. Nanti saya yang urus,” jelas Sherly sambil menunjukkan foto-fotonya bersama beberapa pria berambut cepak.
He he he…uang dan nafsu emang gak pernah nipu
Ada satu lagi berita yang melengkapi keanehan hidup di Tanah Rencong ini yaitu berita dari Serambi Indonesia pagi ini; “Di MTQN Ke-22; Prestasi Aceh Memalukan * Alokasi Dana Hampir Rp 5 Miliar“. Mungkin Pak Ketua DPRD harus mengerti bahwa uang gak bisa membeli prestasi, konon lagi prestasi keagamaan
Eh tapi duit 5 milyar yang dikeluarkan dalam dua tahun ini dibawa kemana ya? Itu artinya dua milyar lima ratus juta setahun, yang kalau uang segitu dialokasikan buat perkembangan pendidikan dijamin pasti lebih memberikan hasil daripada dibuang gak jelas gitu aja.







